Friday, March 29, 2013

Al Khwarizmi Pelopor Aljabar

Tokoh muslim yang akan saya uraikan pada postingan kali ini adalah seorang ahli matematika bernama Al Khwarizmi yang memiliki nama lengkap Muhammad ibnu Musa Al Kwarizmi. Melain Matematika ia juga ahli di bidang astronomi dan geografi. Ia seorang yang berkebangsaan Iran, ia dijuluki dengan sebutan bapak aljabar, oleh orang-orang eropa ia dipanggil dengan nama Al Gorisma.


Mengenai biografi lengkapnya tidak banyak yang diketahui hanya sedikit yang dapat diketahui dari hidup beliau, bahkan lokasi tempat lahirnya sekalipun. Nama beliau mungkin berasal dari Khwarizm (Khiva) yang berada di Provinsi Khurasan pada masa kekuasaan  Bani Abasiyah (sekarang Xorazm, salah satu provinsi Uzbeckistan). Gelar beliau adalah Abū ‘Abdu llāh (Arab : أبو عبد الله) atau Abū Ja’far. Sejarawan Al Tabari menamakan beliau Muhammad bin Musa al-Khwārizmī al-Majousi al-Katarbali (Arab : محمد بن موسى الخوارزميّ المجوسيّ القطربّليّ). Sebutan al-Qutrubbulli mengindikasikan beliau berasal dari Qutrubbull, kota kecil dekat Bagdad Irak.


Tentang agama al-Khawārizmī', Toomer menulis:
Sebutan lain untuk beliau diberikan oleh al-abarī, "al-Majūsī," ini mengindikasikan ia adalah pengikut Zoroaster , yang lazim terjadi pada orang yang berasal dari negara Iran. Tetapi, kemudian buku Al-Jabar beliau menunujukkan beliau adalah seorang Muslim Ortodok,jadi sebutan Al-Tabari ditujukan pada saat ia muda, ia beragama Majusi
 
Kita dapat menemukan kisah singkat Al kwarizmi dalam Kitāb al-Fihrist yang ditulis oleh Ibnu Al Nadim, bersama dengan karya-karya tulis beliau. Al-Khawarizmi menekuni hampir seluruh pekerjaannya antara Tahun 813 - 833 M, Setelah Islam masuk ke Persia dan Bagdad menjadi pusat ilmu dan perdagangan, sehingga banyak pedagang dan ilmuwan dari China serta India berkunjung ke kota ini, yang juga dilakukan Oleh Al Kwarizmi. Dia bekerja di Bagdad pada Sekolah Kehormatan yang didirikan oleh kekhalifahan Abasiyah pada masa pemerintahan Sultan Al Ma'mun  tempat ia belajar ilmu alam dan matematika, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sansekerta dan Yunani.



Karya-karya Al Khwarizmi dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, geografi dan kartografi merupakan karya-karya yang menjadi dasar dan kemudian lebih inovatif dalambentuk Aljabar dan trigonometri dan pada bidang lain yang beliau tekuni. Pendekatan logika dan sistematis beliau dalam penyelesaian persamaan liniear dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar, nama yang diambil dari nama salah satu buku beliau pada tahun 830 M, al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala (dalam bahasa Arab  الكتاب المختصر في حساب الجبر والمقابلة) atau: "Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapkan dan Menyeimbangkan”, buku pertama beliau yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin  pada abad ke 12

Pada buku hasil karya beliau tersebut, Kalkulasi dengan angka Hindu, yang ditulis tahun 825, memprinsipkan kemampuan difusi angka India ke dalam perangkaan timur tengah dan kemudian Eropa. Buku beliau diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Algoritmi de numero Indorum, menunjukkan kata algoritmi menjadibahasa Latin.
Beberapa sumbangan pemikiran beliau berdasar pada Astronomi Persia dan Babilonia, angka India dan sumber-sumber dari Yunani.
Sistemasi dan koreksi beliau terhadap data Ptolemeos pada geografi adalah sebuah penghargaan untuk Afrika dan Timur Tengah. Buku besar beliau yang lain, Kitab surat al-ard ("Pemandangan Bumi";diterjemahkan oleh Geography), yang memperlihatkan koordinat dan lokasi dasar yang diketahui dunia, dengan berani mengevaluasi nilai panjang dari Laut Mediterania dan lokasi kota-kota di  Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus.
Luar biasa bukan, tidak hanya itu Al Khwarizmi juga pernah  mengepalai konstruksi peta dunia untuk Khalifah Al-Ma’mun dan berpartisipasi dalam proyek menentukan tata letak di Bumi, bersama dengan 70 ahli geografi lain untuk membuat peta yang kemudian disebut “ketahuilah dunia”. Ketika hasil kerjanya disalin dan diterjemahkan ke Eropa dan Bahasa Latin memberikan dampak yang luar biasa pada kemajuan matematika dasar pada bangsa Eropa. Ia juga menulis tentang  astrolab dan sundail.

Baca juga artikel-artikel berikut ini :
1. Sejarah Bilangan
2. Bilangan-bilangan yang menakjubkan
3. Fenomena Angka 19


No comments:

Post a Comment